KARIMUN, batamtv.com – Gubernur Kepulauan Riau menyampaikan bentuk kerisauan yang perlu menjadi bahan untuk diajukan bersama. Berkaitan dengan perjalanan umat Islam dari waktu ke waktu di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Ansar saat bertausiah dalam Safari Subuh di Masjid Jami’ Darussalam, Teluk Air, Karimun, Senin (14/2).
Gubenur Ansar mengutip suatu negeri yaitu Saba di masa Nabi Sulaiman AS. Negeri yang kaya raya dan luar biasa. Dipimpin oleh seorang ratu yang bernama Ratu Bilqis. Negeri ini menjadi I’tibar negeri lain.
“Sayangnya masyarakat Negeri Saba tersebut tidak percaya kepada Allah. Ternyata intelijen burung Sulaiman yang kita kenal hud hud, menceritakan kisahnya setelah dari Negeri Saba. Kemudian Nabi Sulaiman mengirimkan surat kepada Ratu Bilqis untuk bertemu. Hasilnya rakyat Ratu Bilqis memeluk agama Allah SWT. Negeri Saba semakin makmur” kata Gubernur Ansar.
Gubernur Ansar melanjutkan, setelah beberapa waktu berlalu, masyarakat Negeri Saba kembali ke agama lama mereka. Maka Allah murka, Negeri Saba pun hancur.
“Makna kisah Negeri Saba, sebenarnya hampir sama dengan Negeri Indonesia ini. Indonesia adalah negeri yang kaya raya. Di masa lalu masyarakat Indonesia tidak memeluk agama Islam. Kemudian Allah mengirim pendakwah hingga umat muslim di Indonesia pernah tercatat mencapai 95 persen dari jumlah penduduk” ujar Gubernur.
Gubernur Ansar menambahkan, hari ini jumlah umat Islam hanya tercatat tinggal 82 persen dan diperkirakan akan terus menurun dalam jumlah yang besar. Ada umat Islam menjadi kaum minoritas.
“Maka kita punya tanggung jawab menjaga muslim menjadi umat terbesar dan Indonesia tetap berpenduduk muslim terbesar di dunia. Namun, jika hanya duduk berpangku tangan, kejadian negeri saba tidak mungkin menimpa Indonesia, Naudzubillah Min Dzalik” ungkap Gubernur Ansar.
Terakhir, Gubernur Ansar perlu memaparkan langkah-langkah strateginya, yaitu dakwah bersama. Dengan menjadi teladan, mengajak orang berbuat kebaikan dengan berbuat baik.
“Maka apapun profesi hari ini, sesuai kemampuan kita, kita berusaha sebagai ladang berdakwah untuk mentransformasikan pemberian-kebaikan itu. Meskipun kemampuan kita terbatas, namun yakinlah dengan kesungguhan kita untuk mencapai jalan”. (red)









































