Bukan Sekadar Demo, PWI Dukung PMII Tanjungpinang-Bintan Kawal Perubahan Lewat ‘Ruang Nalar’

0
Ket Foto : Ketua PWI Pokja Tanjungpinang, Suhardi

TANJUNGPINANG, Batamtv.com – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kelompok Kerja (Pokja) Tanjungpinang, Suhardi, resmi membuka sekaligus meluncurkan program “Ruang Nalar Tanjungpinang-Bintan”. Acara ini disejalankan dengan Pelatihan Esensi Narasi dan Aksara (PENA) yang mengusung tema “Menyalakan Pena, Menghidupkan Gagasan, Menggerakkan Perubahan”.

Kegiatan yang merupakan kolaborasi antara PWI Pokja Tanjungpinang dan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Tanjungpinang-Bintan ini digelar di Kantor Bawaslu Kota Tanjungpinang pada Ahad (13/9) petang. Selain pengurus PMII, agenda ini juga dihadiri oleh Humas Bawaslu Tanjungpinang selaku fasilitator tempat, perwakilan organisasi mahasiswa seperti HMI dan IMM, serta masyarakat umum.

Dalam sambutannya, Ketua PWI Pokja Tanjungpinang, Suhardi, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif PC PMII dalam membentuk Ruang Nalar ini. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan agenda-agenda literasi dan diskusi yang digagas oleh PWI.

Suhardi menekankan tiga poin penting terkait peran mahasiswa masa kini. Pertama, organisasi mahasiswa merupakan salah satu sumber informasi utama. Kedua, hubungannya dengan jurnalis sebagai penyampai informasi tepercaya kepada publik. Dan Ketiga, peran krusial mahasiswa sebagai kontrol sosial.

“Ruang diskusi dan Ruang Nalar yang dicetuskan PMII ini patut diapresiasi. Di era sekarang, kita sering kali kalah bersaing dengan isu-isu di media sosial. Namun, perlu diingat bahwa di ruang kerja jurnalis ada proses kontrol pemberitaan sebelum informasi disebarkan, dan jurnalis dilindungi oleh Undang-Undang Pers. Sementara itu, apa yang diunggah di media sosial jika melanggar bisa langsung dijerat tindak pidana,” jelas Suhardi.

Suhardi menilai PC PMII Tanjungpinang-Bintan telah maju selangkah lewat gagasan modern ini. Ia menyarankan agar diskusi tidak hanya digelar di ruang tertutup, tetapi juga bisa dilaksanakan secara fleksibel di ruang terbuka, dengan catatan membahas isu-isu konkret yang paling mutakhir.

PWI Tanjungpinang menyatakan siap mendukung penuh keberlanjutan program ini, termasuk memfasilitasi komunikasi jika mahasiswa menghadapi hambatan.

“Kami mendukung penuh kegiatan positif ini. Ke depan, mahasiswa bisa mengundang para pemangku kebijakan, pemerintah, atau stakeholder terkait. Jadi tidak ujug-ujug langsung turun aksi demonstrasi. Kita analisa dulu masalahnya bersama. Dari ruang resmi seperti ini, akan ada dampak atau outcome nyata bagi aktivis, misalnya peluang memperoleh fasilitas beasiswa dan sebagainya,” tambahnya.

Ket Foto : Wakil Sekretaris PWI Kepri, Aji Anugraha selaku pemateri pelatihan menerima piagam dari PMII Tanjungpinang-Bintan

Sementara itu, Ketua Umum PC PMII Tanjungpinang-Bintan, Muhammad Al Mujrin, menjelaskan bahwa Ruang Nalar merupakan program kerja resmi organisasi yang ditargetkan berjalan berkala sebanyak dua kali dalam sebulan. Program ini dirancang sebanyak 10 pertemuan dengan 10 tema strategis yang berbeda.

“Ini adalah agenda formal pertama kami, yang ke depan akan terus berkolaborasi dengan PWI, instansi pemerintah seperti Bawaslu, hingga pihak swasta. Tujuannya adalah memetakan dan melihat potensi serta persoalan yang ada di wilayah Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan,” kata Al Mujrin.

Ia menambahkan, di bawah kepemimpinannya saat ini, PC PMII berkomitmen membawa perubahan baru. Selain program diskusi intelektual, PMII juga gencar melakukan aksi sosial, salah satunya gerakan berbagi baju layak pakai.

“Tema besar ini sengaja dipilih karena kami ingin membaca persoalan daerah, merawat gagasan, dan mengawal perubahan nyata yang bisa kita lakukan bersama,” tegasnya.

Usai prosesi pembukaan dan peluncuran selesai, agenda langsung dilanjutkan dengan sesi Pelatihan Esensi Narasi dan Aksara (PENA) yang dipandu oleh narasumber Aji Anugraha.

Dalam sesi pelatihan tersebut, Aji Anugraha memberikan pembekalan komprehensif mengenai dasar-dasar jurnalistik, pemahaman mendalam tentang profesi kewartawanan dan kode etik jurnalisme, hingga teknis dasar pengambilan dokumentasi foto maupun video untuk kebutuhan publikasi. Melalui materi ini, ia mendorong mahasiswa agar mampu memproduksi produk informasi dan narasi yang konstruktif serta sehat bagi publik.

Sebagai bentuk implementasi dari materi yang disampaikan, para mahasiswa diajak langsung peka dalam membaca dan mengkritisi isu-isu lokal terkini di Kota Tanjungpinang. Beberapa topik kritis yang diangkat sebagai bahan ulasan praktik penulisan berita di antaranya adalah maraknya kasus pelecehan terhadap anak, hingga fungsi kontrol mahasiswa terhadap kinerja serta penggunaan dana besar pemerintah oleh LSM daerah.*

Penanggungjawab : Oktarian
Editor : Oktarian
Reporter : Dwi Susilo