“Biar Langit Runtuh Tetap Finish!”, Drama dan Air Mata Runners Tanjungpinang di Gerak Jalan Proklamasi

0
Ket foto : Tim gerak jalan Runners Tanjungpinang dengan maskot Porprov Kepri VI

TANJUNGPINANG, Batamtv.com – Keterbatasan personel bukan halangan untuk menorehkan cerita inspiratif. Penuh drama, peluh, dan air mata, komunitas lari Runners Tanjungpinang sukses membuktikan kekuatan mental baja mereka dalam ajang bergengsi Gerak Jalan Proklamasi 17 Kilometer, Sabtu (22/08) pagi.

Mengenakan jersey merah-putih berlogo “Anyone Can Gerak Jalan” dan atribut budaya Tanjak khas Melayu, tim dengan nomor BIB 3026 ini langsung mencuri perhatian sejak dilepas dari titik start di Jl. Bintan Center pukul 07.50 WIB.

Di bawah sengatan matahari pagi Kota Tanjungpinang yang membakar semangat, tim yang dikomandoi langsung oleh sang Ketua, Eddy Rivana, ini harus menempuh rute panjang dari Terminal Sei Carang hingga Tugu Sirih Tepi Laut. Perjuangan mereka tergolong nekat, sebab tim ini bertarung di kategori 17 KM hanya dengan 11 personel inti tanpa satu pun pemain cadangan.

Bongkar Pasang Anggota dan Latihan Kilat Dua Hari

Dibalik kesuksesan mencapai garis finish, Runners Tanjungpinang harus melewati dinamika tim yang luar biasa berat. Dibentuk dalam waktu singkat—hanya sebulan sebelum hari H—tim ini sempat diterpa badai bongkar pasang anggota hingga menit-menit terakhir menjelang perlombaan.

Penyelamatan taktis terjadi ketika beberapa srikandi tangguh dari komunitas Flying Runners bergabung untuk memperkuat barisan. Tanpa waktu luang, mereka langsung menggenjot latihan kilat hanya dua hari sebelum pelaksanaan. Kondisi ini kian menantang karena sepanjang rute mereka harus mandiri tanpa adanya tim pengiring khusus di jalanan.

Ket Foto : Tim Runners Tanjungpinang saat start dan finish gerak jalan proklamasi 17 KM

Drama Kram 500 Meter Menjelang Garis Finish

Ujian mental sesungguhnya terjadi ketika jarak menuju garis akhir sudah di depan mata. Komandan Tim, Hamsani, sempat mengalami kram hebat yang nyaris menghentikan langkahnya. Rasa sakit dan lelah yang luar biasa sempat membuat formasi goyah.

Namun, di sinilah nilai persaudaraan sejati itu diuji. Melihat raut kekecewaan rekan-rekannya, Hamsani menolak menyerah. Sang Ketua, Eddy Rivana, bersama seluruh anggota tim langsung sigap memberikan pertolongan dan membakar kembali api semangat yang sempat redup.

“Dengan izin Allah, dalam jarak lebih kurang 500 meter, semangat kembali bergelora mengantarkan kita di pintu gerbang finish. Di sana barulah terlihat wajah-wajah yang begitu lelah akhirnya berbinar-binar dengan formasi lengkap,” ungkap Hamsani dengan penuh haru.

Ia juga melontarkan pujian khusus bagi sang ketua, “Itulah seorang Ketua, Edi Rivana, walaupun perutnya buncit tapi semangatnya melecit.”

“Biar Langit Runtuh, Kami Tetap Sampai ke Finish”

Sembari mengumandangkan lagu “Allah Selamatkan Kami”, Runners Tanjungpinang memasuki area Tugu Sirih dengan formasi utuh, disambut riuh tepuk tangan warga. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata dari jargon yang mereka gaungkan sepanjang jalan: “Sekalipun langit runtuh, kita tetap sampai ke finish!”

Eddy Rivana selaku Ketua Runners Tanjungpinang menyampaikan rasa bangga dan terima kasih yang mendalam atas komitmen total yang ditunjukkan oleh Hamsani, Yudi Halius, Me mei, Rohaizan, Anton, Ayu Octery, Aeni Ong, Yoga, Marhadinata, dan Oktarian.

“Terima kasih kawan-kawan yang tetap komitmen menuntaskan gerak jalan 17 km. Biar langit runtuh, kami tetap ikut. Semoga kemerdekaan ini menjadi momen indah kebersamaan kita. MERDEKA!” pungkas Eddy dengan penuh semangat.

Aksi heroik Runners Tanjungpinang ini menjadi salah satu potret terbaik dari total 188 regu yang berpartisipasi. Mereka berhasil membuktikan bahwa Gerak Jalan Proklamasi yang dibuka oleh Wali Kota Lis Darmansyah ini bukan sekadar ajang olahraga, melainkan panggung nyata dari nilai gotong royong, ketangguhan, dan nasionalisme masyarakat Tanjungpinang.*

Penanggungjawab : Oktarian

Editor : Oktarian

Reporter : Dwi Susilo