Jakarta, batamtv.com – Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa kerukunan umat beragama menjadi modal strategis dalam mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
Hal tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan bertema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (1/8/2026), dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menurut Nasaruddin, zikir dan doa kebangsaan merupakan bentuk rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia yang diraih atas rahmat Tuhan Yang Maha Esa.
“Melalui zikir dan doa bersama ini, kita meneguhkan rasa syukur sekaligus memohon keberkahan agar Indonesia terus maju dan semakin kuat menghadapi berbagai tantangan,” ujarnya.
Ia menyebut, di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi salah satu pusat peradaban dunia. Hal itu didukung oleh stabilitas ekonomi serta kondisi sosial dan politik yang relatif kondusif.
Menag juga menilai kegiatan zikir dan doa kebangsaan menjadi bukti nyata bahwa kerukunan antarumat beragama terus terjaga di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
“Indonesia adalah lukisan Tuhan yang paling indah. Kita boleh berbeda keyakinan, tetapi dipersatukan oleh cinta yang sama kepada Indonesia,” katanya.
Ia mengungkapkan, Indeks Kerukunan Umat Beragama mengalami peningkatan dari 76,47 pada 2024 menjadi 77,89 pada 2025. Capaian tersebut merupakan yang tertinggi sejak indikator itu diukur, sekaligus melampaui target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025.
Selain itu, Indeks Kesalehan Umat Beragama juga meningkat menjadi 84,20 pada 2025. Menurutnya, hal ini tidak terlepas dari peran tokoh agama dalam menjaga harmoni di tengah masyarakat.
“Kerukunan adalah modal dasar pembangunan. Karena itu kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh tokoh agama yang terus menjaga persatuan bangsa,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa kekuatan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kemajuan ekonomi, teknologi, dan politik, tetapi juga oleh kekuatan moral, doa, dan persatuan.
“Dengan zikir kita meneguhkan hati, dengan doa kita mengetuk langit, dan dengan kerja nyata kita membangun bumi,” tutupnya.
Kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas diikuti sekitar 100 ribu peserta dari berbagai daerah dan lintas agama. Kehadiran tokoh agama, pimpinan umat, serta masyarakat menjadi simbol kuat persatuan menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sumber : infopublik










































