read news – Giat Dewi Kumalasari Sambang SMAN 1 Bintan

0
Ketua TP-PKK Provinsi Kepulauan Riau  Dewi Kumalasari Ansar (tengah jilbab biru) mengatakan   kesehatan mental remaja menjadi salah satu masalah yang belum dapat sepenuhnya ditangani secara ideal, baik tingkat nasional maupun global. Peresmian Sanggar Busana dan Faiza Laundry di SMK Negeri 1 Bintim diselenggarakan Jumat (16/12) Dewi Ansar,   menunjukkan ada lebih dari 19 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami gangguan mental emosional dan lebih dari 12 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami depresi. (Foto Dwi Susilo - batamtv.com)
Ketua TP-PKK Provinsi Kepulauan Riau  Dewi Kumalasari Ansar (tengah jilbab biru) mengatakan   kesehatan mental remaja menjadi salah satu masalah yang belum dapat sepenuhnya ditangani secara ideal, baik tingkat nasional maupun global. Peresmian Sanggar Busana dan Faiza Laundry di SMK Negeri 1 Bintim diselenggarakan Jumat (16/12) Dewi Ansar,   menunjukkan ada lebih dari 19 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami gangguan mental emosional dan lebih dari 12 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami depresi. (Foto Dwi Susilo - batamtv.com)

BINTAN, batamtv.com –  Peresmian Sanggar Busana dan Faiza Laundry di SMK Negeri 1 Bintim diselenggarakan Jumat (16/12) . Peresmian dilakukan oleh Ketua TPPKK Propinsi Kepri . Dengan diresmikannya tempat itu, akan menjadi tempat belajar sekaligus mengasah keahlian siswa dan siswi guna menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional di bidangnya usai lulus dari sekolah nantinya.

Ketua TP-PKK Provinsi Kepulauan Riau  Dewi Kumalasari Ansar mengatakan  menyampaikan saat ini, kesehatan mental remaja menjadi salah satu masalah yang belum dapat sepenuhnya ditangani secara ideal, baik tingkat nasional maupun global.

Menurut Dewi Ansar,  Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2020, menunjukkan ada lebih dari 19 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami gangguan mental emosional dan lebih dari 12 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun mengalami depresi.

“Saya berharap mulai dari sekarang kesehatan mental bagi remaja di Kepri harus dijaga baik lahir maupun batin,” ujar dia .

Dewi melanjutkan dia menghimbau kepada pemerintah daerah untuk membuka sosialisasi akan kesehatan mental bagi remaja dan perlu diterapkan baik di desa, sekolah dan tempat pelayanan publik.

Dewi Ansar mengatakan banyak faktor yang berpengaruh terhadap kesehatan mental bagi remaja seperti faktor genetik, perubahan hormon, hingga pengalaman traumatis, percintaan, pertemanan, keluarga maupun tekanan hidup. Ia juga mengatakan gejala yang timbul yaitu mudah marah, merasa putus asa, rendah diri, merasa cemas dan khawatir yang berlebihan.

“Untuk meredam masalah mental bagi remaja tersebut peran orangtua atupun masyarakat di sekitarnya bahkan instansi kesehatan sangat diperlukan dalam mendukung serta mendampingi remaja yang memiliki gangguan kesehatan,” ujarnya.

Dewi Ansar juga menegaskan agar generasi milenial saat ini perlu diperhatikan secara intens terhadap pertumbuhan mereka, bekali mereka dengan pengetahuan yang bermanfaat yang didasari iman dan taqwa, guna mewujudkan mereka menjadi pemimpin yang tauladan di masa depan.

Editor : Pariadi

Reporter : Dwi Susilo