
Bintan, batamtv.com – Roby Kurniawan menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk segera menyalurkan air bersih kepada 24.479 kepala keluarga yang terdampak kekeringan di wilayah tersebut.
Arahan itu disampaikan dalam rapat koordinasi lintas sektoral di Kantor Bupati Bintan, Rabu. Ia meminta penyusunan skema distribusi dilakukan segera, disertai pembaruan data warga oleh camat dan lurah, serta melibatkan Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan unsur terkait di lapangan.
Penyaluran air dilakukan dengan memanfaatkan sarana yang tersedia serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk sektor swasta. Langkah ini ditempuh sebagai upaya jangka pendek untuk mengatasi keterbatasan pasokan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Bintan, dampak kekeringan dirasakan di hampir seluruh kecamatan, kecuali Mantang dan Tambelan yang masih dalam kondisi terkendali.
Selain distribusi air melalui jalur darat, pemerintah daerah juga mempertimbangkan modifikasi cuaca. Upaya tersebut dilengkapi dengan ajakan kepada masyarakat untuk melaksanakan salat istisqa sebagai bagian dari ikhtiar bersama.
Sementara itu, BMKG Tanjungpinang menyatakan kemarau panjang dengan curah hujan yang sangat minim sejak awal tahun menyebabkan penurunan signifikan volume air di waduk sumber baku PDAM, bahkan sebagian mengalami kekeringan.
Data historis menunjukkan kekeringan meteorologis di Pulau Bintan telah berulang sejak 1997, termasuk pada 2010, 2014, 2015, 2019, 2020, dan kembali terjadi pada 2026. Kondisi tahun ini dinilai memiliki kemiripan dengan periode kekeringan berat pada 1997 dan 2015.
Secara klimatologis, wilayah Bintan memang mengalami curah hujan rendah pada Februari hingga Maret, dengan potensi peningkatan pada April hingga Mei. Namun, kondisi tahun ini memperlihatkan penurunan yang lebih signifikan sehingga berdampak pada ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
Sumber : antarakepri









































