Gubernur Ansar Hadiri Rakornas Pencegahan Pelanggaran Netralitas ASN pada Pemilu 2024

0
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia menggelar  Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pencegahan Pelanggaran Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Pemilu Serentak Tahun 2024 yang digelar olehdi HARRIS Hotel Batam Center, Senin (28/8) malam. (Foto : muhammad amin - batamtv.com)
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia menggelar  Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pencegahan Pelanggaran Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Pemilu Serentak Tahun 2024 yang digelar olehdi HARRIS Hotel Batam Center, Senin (28/8) malam. (Foto : muhammad amin - batamtv.com)

BATAM, batamtv.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia menggelar  Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pencegahan Pelanggaran Netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Pemilu Serentak Tahun 2024 yang digelar olehdi HARRIS Hotel Batam Center, Senin (28/8) malam.

Rakornas ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan sinergi antara Bawaslu RI, Bawaslu Provinsi, Bawaslu Kabupaten/Kota, dan pemerintah pusat dan daerah dalam mencegah pelanggaran netralitas ASN pada pemilu 2024.

Selain dihadiri Gubernur Kepri, Ansar Ahmad , Rakornas dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Suhajar Diantoro sebagai keynote speaker, yang menyampaikan bahwa netralitas ASN merupakan salah satu syarat penting untuk menjamin penyelenggaraan pemilu yang jujur, adil, dan demokratis.

Selain itu, dari Bawaslu RI hadir Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Loly Suhenti melalui zoom, dan Deputi Bidang Dukungan Teknis La Bayoni.

“Kami atas nama Pemerintah Provinsi Kepri menyampaikan terima kasih atas terlaksananya acara rakornas ini. Kami selalu membuka tangan selebar-lebarnya di berbagai kegiatan nasional maupun regional. Mudah-mudahan acara ini menjadi ajang silaturahmi untuk kita semua dan saling berkoordinasi bertukar informasi untuk memantapkan tugas pokok dan fungsi kita tentunya sebagai insan-insan yang menyukseskan pemilu 2024,” ujar Gubernur Ansar.

Gubernur Ansar juga mengingatkan bahwa pemilu dan pilkada 2024 akan menjadi pesta demokrasi terbesar dalam sejarah pemilu di Indonesia, sehingga perlu adanya pengawasan yang ketat dari semua pihak, termasuk dari ASN.

“Sebagai negara berdemokrasi yang meletakkan semua kedaulatan itu di tangan rakyat, pemilu ini sebenarnya memiliki spektrum menjadi suatu yang mutlak berjalan dengan baik dengan harapan kita semua memiliki pengalaman yang cukup dengan berbagai pelaksanaan berbagai pemilu di Indonesia” ujarnya.

Gubernur Ansar mengatakan, untuk mendukung penyelenggaraan pemilu maka Pemerintah Provinsi Kepri memberikan anggaran sebesar Rp74,5 miliar untuk memantapkan tugas-tugas Bawaslu.

Gubernur Ansar juga menekankan peran sentral Bawaslu dalam menjaga integritas pemilu dan mengapresiasi kinerja Bawaslu selama ini.

Editor : Oktarian
Reporter : Muhammad Amin