Tanjungpinang, batamtv.com – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau meningkatkan pengawasan terhadap peredaran bahan kebutuhan pokok menjelang Idulfitri 1447 Hijriah guna mengantisipasi praktik penimbunan yang dapat memicu kelangkaan dan kenaikan harga.
Kapolda Kepri Asep Safrudin mengatakan pemantauan dilakukan secara berkala bersama sejumlah instansi terkait melalui pembentukan Satgas Pangan.
Menurutnya, satuan tugas tersebut bertugas mengawasi ketersediaan bahan pokok di pasaran sekaligus mencegah praktik penimbunan yang berpotensi mengganggu stabilitas harga.
Asep menyebut hingga saat ini belum ditemukan indikasi penimbunan bahan pangan di wilayah Kepulauan Riau. Kondisi tersebut antara lain terlihat dari posisi provinsi itu yang termasuk dalam sepuluh daerah dengan tingkat inflasi terendah secara nasional.
Ia menambahkan kepolisian terus memantau perkembangan pasokan serta harga komoditas di pasar. Apabila ditemukan pelanggaran, aparat akan mengambil tindakan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain pengawasan distribusi pangan, Polda Kepri juga bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dalam pelaksanaan operasi pasar murah untuk membantu menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat menjelang Lebaran.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, harga sejumlah komoditas pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur masih relatif stabil.
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Tanjungpinang Arief Alhadihaq memastikan ketersediaan pangan di wilayah kerjanya dalam kondisi aman menjelang Idulfitri.
Ia menyebut stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di Tanjungpinang mencapai sekitar 2.100 ton, sementara persediaan minyak goreng program Minyakita sekitar 140 ribu liter.
Bulog Tanjungpinang membawahi sejumlah wilayah distribusi, antara lain Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, Kabupaten Lingga, dan Kabupaten Kepulauan Anambas.
Menurut Arief, persediaan pangan yang tersedia diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama dua hingga tiga bulan ke depan. Ia juga mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan agar distribusi pangan tetap terjaga.
Sumber : antarakepri










































