Putin Desak Pasukan Ukraina di Kursk untuk Menyerah, Posisi Kyiv Melemah?

0
Presiden Rusia Vladimir Putin. (istimewa)

Moskow,batamtv.com, – Presiden Rusia Vladimir Putin meminta pasukan Ukraina yang terkepung di wilayah Kursk untuk menyerah. Permintaan ini muncul di tengah meningkatnya tekanan internasional terhadap Rusia, termasuk dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, untuk menyelamatkan nyawa pasukan Ukraina.

Trump mengeklaim bahwa ribuan tentara Ukraina dalam posisi terjebak. Ia juga mengungkapkan kekhawatirannya bahwa pertempuran di Kursk bisa berubah menjadi pembantaian terbesar sejak Perang Dunia II.

“Saya telah meminta secara tegas kepada Presiden Putin agar nyawa pasukan Ukraina diselamatkan,” ujar Trump, dikutip dari kantor berita AFP, Sabtu (15/3/2025), Komentar Trump ini muncul setelah utusannya, Steve Witkoff, bertemu dengan Putin pada Kamis (13/3/2025) untuk membahas proposal gencatan senjata selama 30 hari yang diusulkan oleh AS dan Ukraina.

Trump optimis bahwa ada peluang mencapai kesepakatan, sementara Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menekankan bahwa kedua pihak harus bersedia memberikan konsesi. “Kami mengadakan diskusi yang sangat baik dan produktif dengan Presiden Putin,” kata Presiden ke-47 AS melalui platform Truth Social.

“Ada peluang besar bahwa perang berdarah ini bisa berakhir,” tambahnya. Merespons hal tersebut, Rusia dilaporkan masih memiliki sejumlah pertanyaan terkait proposal gencatan senjata 30 hari yang diusulkan AS dan Ukraina.

Di sisi lain, Zelensky menuduh Moskwa sengaja menghambat upaya diplomasi dengan menetapkan syarat yang sangat sulit dan tidak masuk akal, bahkan sebelum gencatan senjata dimulai. Tekanan Global terhadap Rusia Negara-negara G7 memperingatkan Rusia bahwa mereka siap menerapkan sanksi baru jika Moskwa tidak menerima gencatan senjata dengan syarat yang adil.

Sanksi yang dipertimbangkan termasuk pembatasan harga minyak, peningkatan dukungan militer untuk Ukraina, serta langkah-langkah ekonomi lainnya. Dalam hal ini, Perancis dan Jerman menuduh Rusia berusaha menggagalkan kesepakatan damai. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer juga mengecam sikap Rusia yang mengabaikan proposal gencatan senjata Trump, dengan menyatakan bahwa hal ini membuktikan bahwa Putin tidak serius terhadap perdamaian.

Ukraina Kehilangan Kendali di Kursk? Ukraina sebelumnya berharap dapat memanfaatkan wilayah Kursk sebagai alat tawar-menawar dalam perundingan dengan Rusia. Kyiv bahkan mempertimbangkan pertukaran wilayah dengan Moskwa, yang telah menguasai sekitar 20 persen wilayah Ukraina sejak aneksasi Krimea pada 2014 dan invasi besar-besaran pada Februari 2022. Kini, dengan serangan balasan Rusia yang semakin intensif di Kursk, peluang Ukraina untuk mempertahankan posisinya dalam perundingan damai semakin terancam.

Jika Kyiv kehilangan kendali atas wilayah ini, maka upaya mereka untuk mendapatkan posisi negosiasi yang lebih kuat bisa menjadi semakin sulit.

Penanggungjawab : Oktarian

Editor                   : Sofyan Atsauri

Sumber                 : Kompas.com