Dosen Poltek Batam Papar Dampak Setruman Listrik Statis.

0
Setruman Listrik Statis tidak Berbahaya tapi Memberi Efek Traumatik Bagi yang Menyentuh. Tampak Dosen Teknik Electro Politektik Negeri Batam, Ir. Arif Febriansyah Juwito, ST,M,Eng saat memaparkan materinya. (foto : Ika ratna terdepan)

BATAM, batamtv.com – Dalam beberapa bulan ini banyak pengunjung yang merasakan pengalaman yang tidak menyenangkan kesetrum di tangga berjalan atau eskalator di tempat umum seperti mall.

Dosen Teknik Electro Politektik Negeri Batam, Ir. Arif Febriansyah Juwito,ST,M,Eng mengatakan, pengertian listrik statis secara sederhana dapat dipahami sebagai muatan listrik yang terbentuk karena gesekan. Adapun proses perpindahan muatan akan lebih baik terjadi dalam udara dan benda yang kering.

Menurutnya, listrik itu ada dua kategori yakni bahaya langsung dan bahaya tidak langsung terhadap manusia yang disebut kesetrum atau arus bocor. Listrik statis ini bisanya arus listriknya dibawah 30 mili yang artinya kecil sekali.

“Apabila kita menyentuh secara langsung dan tidak langsung akan menyebabkan aliran listrik apabila melebihi ambang batas arus oleh tubuh manusia dan itu akan mengakibatkan bahaya. Tapi jika listrik statis, setrumannya tidak akan sampai menimbulkan bahaya yang serius, namun bisa memberikan efek traumatik atau efek kejutnya yang mungkin jadi berbahaya,”jelas Arif di Kampus Politeknik Negeri Batam baru baru ini.

Ir Arif juga menjelaskan, walaupun tidak membahayakan jika terkena listrik stastis tentunya akan merasa tidak nyaman. Apalagi hal tersebut terjadi di ruang fasilitas publik.

“Kalau secara individual atau masyarakat yang mengalami hal itu efeknya tidak nyaman. Walaupun tidak berbahaya sampai seperti kebakaran, tapi kalau dilihat dari ketidaknyaman mereka para pengunjung, hal itu harus di tindaklanjuti oleh pengelola,”paparnya.

“Efeknya pengunjung yang sengaja atau tidak sengaja saat ada arus bocor tersebut terjadi bisa terkejut dan efeknya bisa saja secara reflek tangannya menyentuh benda lain atau terjungkal karena eskalator dalam keadaan berjalan dengan posisi tinggi .

Arif Dosen Electro ini menyarankan agar manajemen segera melakukan maintenance berkala dengan meminimalisir persoalan kenapa timbul gesekan sehingga timbul listrik ststis.

“Yang pasti dari sisi yang pertama harus dilakukan maintenance dan bisa meminimalisir apa saja yang harus dirawat dan dicari permasalahanya, kenapa timbul gesekan karena friksi yang bergerak itu tidak terawat dan berfungsi dengan baik sehingga perlu dilakukan perawatan, “lanjutnya.

Kalau friksi atau gesekan itu bisa diminimalisir, maka timbulnya listrik statis ini bisa ditekan juga dan nantinya bisa dihilangkan. Cara menghilangkan atau maintenan perlu dilakukan penambahan lubrikan atau pelicin dan dari sisi elektrik bisa dilakukan pengujian dan perawatan,”terangnya.

Dia menyarankan, agar eskalator lebih aman untuk dilakukan penambahan atau memasang sistem grounding dengan tujuan jikalau ada arus statis lebih aman bagi pengunjung yang berpegangan pada handrail eskalator.

“Supaya aman itu eskalator kan dari besi supaya savety dipasang grounding,”katanya.

Sedangkan untuk memastikan apakah setelah dilakukan perbaikan, hal tersebut hanya bisa dibuktikan berdasarkan pengalaman karena tidak ada alat yang bisa menguji tentang listrik statis, “ungkapnya.

“Kalau Motor penggerak eskalator itu arusnya bocor bisa menggunakan isolasi injektor tapi kalau listrik ststis itu tidak ada alatnya harus berdasarkan pengalaman,”tuturnya lagi.

Ir Arif memberikan 4 point dalam mengatasi permasalahan listrik statis yang terjadi agar meminimalisir terjadi setruman yang membuat para pengunjung tidak nyaman yakni, maintenance atau perbaikan, meminimalisir getaran, bagian logam di bounding atau di grounding.

“Selanjutnya memberikan himbauan berupa stiker atau pengumuman kepada pengunjung bahwa eskalator tersebut dalam pengawasan karena adanya listrik statis, “tutupnya. (advertorial)

sumber : Terdepan.co.id