Komunitas ROW Kepri Jajaki Laut Tanjungpinang-Pulau Penyengat, Berenang 3 KM Pulang-Pergi

0
Ket Foto : Para perenang foto bersama sebelum memulai aktifitas renang penyengat

TANJUNGPINANG, Batamtv.com – Menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Komunitas Renang Open Water (ROW) Kepri menggelar aksi renang lintas laut dari Kota Tanjungpinang menuju Pulau Penyengat, Ahad (23/8) pagi.

Aksi renang rekreasi sepanjang 3 kilometer pulang-pergi (PP) ini diikuti oleh sejumlah perenang dan atlet dari berbagai daerah di Kepulauan Riau, sekaligus menjadi ajang persiapan peluncuran Pesatria atau Pesantren Atlet Triathlon.

Rombongan perenang bertolak dari titik kumpul di depan pelataran Tugu Sirih kawasan Gurindam 12 sekitar pukul 10.00 WIB, dan berhasil mengarungi selat menuju dermaga Pulau Penyengat dalam waktu sekitar 30 menit.

Ketua Komunitas ROW Kepri, Rully Attaki, menjelaskan bahwa aksi ini berfokus pada penjelajahan laut Kepri dengan sifat rekreasi tanpa adanya unsur kompetisi. Lintasan sejauh 1.500 meter sekali jalan tersebut diikuti oleh perwakilan perenang dari beberapa wilayah kabupaten dan kota.

“Saya Rully Attaki dari Renang Open Water ROW Kepri. Ini adalah komunitas renang yang fokusnya menjelajahi laut Kepri. Saat ini kegiatan renang ke Pulau Penyengat PP sekitar 3.000 meter. Nanti ada sekitar 5 atlet dari Tanjungpinang, dari Batam 3 orang, Karimun 1 orang. Sekali jalan 1.500 meter, nanti kita istirahat dulu di sana minum teh tarik. Ini sifatnya renang rekreasi, tidak ada kompetisi,” ujar Rully saat memberikan keterangan di lokasi keberangkatan.

Ket Foto : Perenang berfose gaya renang di depan masjid raya Sultan Riau

Mengingat jalur yang dilewati merupakan area pelayaran aktif, Rully menekankan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama yang tidak bisa ditawar. Pihak panitia telah berkoordinasi secara resmi dengan instansi kelautan dan keamanan setempat untuk memastikan kelancaran acara.

“Untuk persiapan butuh latihan rutin, teman-teman hobinya memang renang open water. Adanya kegiatan ini langsung gerak dan bergabung. Bagi pemula pastinya rutin latihan renang, mulai biasakan renang di laut karena beda renang di laut dan kolam. Yang penting kita safety paling utama, ada pelampung renang dan boat pendamping karena ke Penyengat ini jalur pelayaran kita. Di jalur pelayaran sudah mengurus izin ke Syahbandar, Pol Airud, dan TNI AL. Alhamdulillah respons mereka luar biasa, pihak tersebut mengirim personel dan armada,” tambah Rully.

Antusiasme tinggi tidak hanya datang dari para atlet muda, tetapi juga dari perenang senior lintas daerah seperti Zulkifli (58), peserta asal Pulau Kundur, Kabupaten Karimun. Baginya, jarak tempuh ribuan meter di laut lepas merupakan ruang untuk menyalurkan kecintaan jangka panjangnya terhadap olahraga air. “Renang open water ini hobi saya, suka jarak jauh ini saya suka, apalagi hobi renang. Perenang sejak muda, mendidik anak yang tidak bisa berenang menjadi bisa berenang. Usia sudah 58 saya tetap di renang, sehari-hari renang, sepeda, dan lari. Berolahraga rutin sehingga tetap bugar dan sehat,” tutur Zulkifli mengenai motivasinya tetap aktif di usia senja.

Di sisi lain, tantangan berbeda dirasakan oleh M. Thoriq, peserta asal Batam yang baru pertama kali merasakan sensasi berenang langsung di bentangan laut lepas. Pengalaman ini ia jadikan sebagai batu loncatan untuk mengikuti kompetisi ketahanan fisik yang lebih kompleks di masa depan.

“Berenang di laut tersebut adalah pengalaman pertama diri saya. Selama ini saya biasa di kolam saja, ingin nyobain sepertinya seru. Ke depan ada rencananya ikuti Aquathlon, hobi dan belajar sepeda dan lari juga,” ungkap Thoriq mengenai kesan pertamanya menghadapi ombak selat.

Setibanya di dermaga Pulau Penyengat, para perenang langsung disambut oleh petugas dari Satpol Airud Polresta Tanjungpinang dan Pos Angkatan Laut (Posal) Senggarang yang telah siaga mengawal sejak dari titik start. Seluruh rombongan kemudian beristirahat menikmati hidangan makan siang dan minuman khas teh tarik.

Setelah menunaikan ibadah sholat Zuhur, tepat pukul 13.00 WIB para perenang kembali menceburkan diri ke laut untuk menempuh perjalanan pulang menuju Tanjungpinang.

Ket Foto : Para perenang dari komunitas ROW Kepri kembali ke Tanjungpinang via tugu sirih

Selain memperingati hari kemerdekaan, momentum ini menjadi langkah awal persiapan peluncuran Pesatria (Pesantren Atlet Triathlon) yang memfokuskan diri pada olahraga renang, berkuda, dan panahan dengan motto “Generasi Qurani, Sehat, Tangguh, dan Berprestasi”. Seluruh rangkaian perjuangan para perenang di laut Kepri ini juga disiarkan secara langsung dan dapat dilihat ulang melalui akun TikTok @rullyattaki.*