

Batam, batamtv.com – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota, Li Claudia Chandra, menegaskan komitmen menjaga keberadaan kampung tua dalam revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi Kepulauan Riau tahun 2026.
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Pleno Finalisasi Pembahasan usulan revisi Peraturan Daerah Provinsi Kepulauan Riau Nomor 1 Tahun 2017 yang digelar di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (30/4/2026).
Dalam forum tersebut, Amsakar menyatakan bahwa kampung tua tetap diakomodasi sebagai kawasan permukiman eksisting yang penataannya mengedepankan aspek legalitas serta keberlanjutan lingkungan.
Ia menambahkan, rumusan revisi RTRW merupakan hasil pembahasan lintas sektor, sehingga diharapkan tidak menimbulkan perbedaan pandangan pada tahap lanjutan.
Rapat ini melibatkan organisasi perangkat daerah, BP Batam, serta Forum Penataan Ruang Kota Batam 2026, dengan menghasilkan sejumlah arah kebijakan pembangunan wilayah.
Salah satu poin yang disepakati yakni penetapan tujuh Wilayah Penataan dan Pengembangan Prioritas (WPP) dengan luas sekitar 111.331,38 hektare sebagai fokus pembangunan.
Selain itu, perhatian juga diberikan pada pengembangan kawasan Rempang dan Galang, termasuk rencana Rempang Eco City yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional.
Amsakar menekankan pentingnya konsistensi terhadap dokumen tata ruang, khususnya terkait zonasi dan pemanfaatan ruang yang telah direncanakan.
Ia juga menyebutkan bahwa revisi RTRW tidak hanya mencakup wilayah daratan, tetapi turut mengatur ruang laut, termasuk rencana pengembangan kawasan reklamasi di wilayah Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam.
Sejumlah kesepakatan lain meliputi pengembangan kawasan industri pengelolaan limbah terpadu di Pulau Setokok, pelaksanaan reforma agraria melalui skema Tanah Objek Reforma Agraria (TORA), serta penyesuaian fungsi kawasan sesuai kebutuhan investasi dan kelestarian lingkungan.
Melalui finalisasi ini, Pemerintah Kota Batam menegaskan arah kebijakan tata ruang yang mengedepankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian kawasan yang memiliki nilai historis.
Penanggungjawab : oktarian
Editor : pariadi
Reporter : sonia nurulaini



