Trump Nyatakan Siap Berdialog Tanpa Prasyarat dengan Kim Jong Un

0
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di zona demiliterisasi yang memisahkan dua Korea, di Panmunjom, Korea Selatan, Minggu (30/6/2019). /ANTARA/REUTERS/Kevin Lamarque/aa. (sumber : antaranews.com)

Tokyo, batamtv.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan tetap membuka peluang dialog dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, tanpa prasyarat. Hal itu disampaikan seorang pejabat Gedung Putih, Kamis (26/2), menanggapi pernyataan terbaru Kim terkait hubungan kedua negara.

Kepada Kyodo News, pejabat tersebut menegaskan kebijakan Washington terhadap Pyongyang tidak berubah. Pernyataan itu muncul setelah media pemerintah Korea Utara melaporkan bahwa Kim, dalam kongres Partai Buruh yang berkuasa, mengisyaratkan kemungkinan perbaikan hubungan apabila Amerika Serikat menghentikan kebijakan yang dinilai bermusuhan.

Pejabat Gedung Putih juga mengingatkan bahwa Trump dan Kim telah menggelar tiga pertemuan tingkat tinggi yang dinilai berkontribusi pada stabilitas di Semenanjung Korea.

Kongres Partai Buruh Korea yang berlangsung selama sepekan dan pertama kali digelar sejak 2021 berakhir pada Rabu. Media resmi Korea Utara melaporkan bahwa Kim menilai sikap Amerika Serikat tidak berubah. Namun, ia juga menyatakan tidak ada alasan bagi kedua negara untuk tidak menjalin hubungan yang lebih baik jika Washington mengubah pendekatannya.

Sejak lama, Korea Utara berupaya memperoleh pengakuan sebagai negara bersenjata nuklir serta mendorong pencabutan sanksi ekonomi oleh Amerika Serikat dan sekutunya.

Pada 2018, Trump menjadi presiden Amerika Serikat pertama yang sedang menjabat dan bertemu langsung dengan pemimpin Korea Utara dalam pertemuan di Singapura. Keduanya saat itu menyepakati upaya menuju denuklirisasi Semenanjung Korea. Dua pertemuan lanjutan pada 2019 tidak menghasilkan kesepakatan konkret, sementara Pyongyang tetap melanjutkan pengembangan program rudal dan nuklirnya.

Trump sebelumnya menyatakan memiliki hubungan personal yang baik dengan Kim dan berharap diplomasi dapat dilanjutkan. Meski demikian, dalam beberapa bulan terakhir isu Korea Utara jarang disinggung, termasuk dalam pidato kenegaraan terbarunya setelah kembali menjabat.

Sumber: antaranews.com dan Kyodo-OANA